Menghadapi Perceraian Dengan Positif

Perpisahan tentu saja menjadi momen yang sulit dihadapi oleh seseorang. Baik perpisahan melalui kematian ataupun perceraian. Bahkan perpisahan sendiri bisa memberikan trauma tertentu bagi seseorang, termasuk perceraian. Oleh karena itu, diperlukan persiapan agar kita bisa menghadapi perceraian secara positif. Persiapan itu antara lain persiapan kognitif, persiapan emosi, dan persiapan tingkah laku.


1. Persiapan kognitif

Mencakup hal-hal yang berhubungan dengan pengetahuan dan pikiran kita. Beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu:

Pengetahuan tentang hukum perceraian: termasuk diantaranya tata cara peradilan, syarat-syarat perceraian, persiapan bukti, serta kebutuhan akan pengacara atau tidak
Pengetahuan tentang kondisi finansial: ketahui kondisi finansial saat ini dan kemungkinan kondisi finansial ke depannya, terutama jika nanti harus menjadi orang tua tunggal atau menjadi penanggungjawab biaya anak meski hak asuh tidak dimiliki
Pengetahuan tentang kondisi psikologis anak dan diri akibat perceraian: cari tahu melalui artikel atau orang terpercaya (misal: psikolog) mengenai kondisi anak dan diri sehubungan dengan perceraian yang terjadi
Pikiran positif mengenai status setelah perceraian: yakini bahwa memang perceraian adalah jalan terbaik yang bisa diambil, lingkungan mungkin masih memandangnya negatif, tetapi jika itu yang baik maka sebaiknya tidak terlalu memikirkan apa yang dikatakan lingkungan terhadap diri Anda.


2. Persiapan emosi

Mencakup hal-hal yang berkaitan dengan kondisi emosional diri kita dalam menghadapi perceraian. Akan banyak berkaitan dengan persiapan kognitif. Selagi kognitif kita positif maka akan muncul emosi yang positif juga. Beberapa hal yang bisa dilakukan:

Carilah lingkungan yang bisa menerima kondisi Anda secara positif.
Berkumpullah dengan teman-teman yang bisa memahami kondisi Anda.
Lakukan kegiatan-kegiatan yang bisa menambahkan emosi positif, misalnya berolahraga, menikmati "me" time, dll.
Ikuti kelompok self-help seperti milist indosingleparent karena kelompok seperti ini akan memberikan support positif kepada kita dan bisa meningkatkan emosi positif juga, bahwa ada orang lain yang memiliki nasib sama.


3. Persiapan tingkah laku

Mencakup tindakan-tindakan yang dapat dilakukan selama proses perceraian terjadi. Beberapa yang dapat dilakukan, antara lain:

Lakukan kegiatan positif, seperti olahraga.
Selama persidangan, sebisa mungkin hadiri setiap persidangan.
Tunjukkan sikap positif kepada pimpinan persidangan, termasuk kepada mantan suami selama persidangan
Jangan memaksakan bertemu jika masih dipenuhi amarah kepada mantan


Ketika ketiga persiapan ini dilakukan dengan baik, maka akan menciptakan kondisi yang lebih positif selama proses perceraian berlangsung. 




sumber : psikologikita.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar